Sabtu, 03 September 2022

Bab 6 Energi dalam Sistem Kehidupan

 

          Bab 6 Energi dalam Sistem Kehidupan #Part 1

1. Energi

          Energi adalah upaya untuk melakukan usaha/kerja atau melakukan suatu perubahan. Energi ada beberapa bentuk yaitu energi potensial, kinetik, kimia, listrik, dan sebagainya. 

          Energi Potensial adalah energi yang dimiliki suatu benda ketika benda itu diam. Contohnya batu yang diletakkan diatas meja memiliki energi potensial karena ketinggiannya, air didalam waduk memiliki energi potensial karena kedalamannya. 

Energi potensial dapat dirumuskan sebagai : 
Ep = m x g x h

Keterangan :
Ep = energi potensial (J)
m = massa benda (kg)
g = percepatan gravitasi (m/s²)
h = tinggi benda diatas permukaan tanah (m)

 

         Asam cuka menyimpan energi kimia. Energi tersebut dapat diubah menjadi energi listrik yang dapat menyalakan lampu. Energi listrik dapat diubah menjadi energi cahaya. Dengan demikian, energi dapat berubah bentuk tetapi energinya takkan hilang. 

Hal tersebut diatas sesuai dengan hukum kekekalan energi. Hukum Kekekalan Energi menyatakan bahwa : energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan, namun dapat diubah menjadi bentuk lain. 

Energi potensial gravitasi adalah energi yang dimiliki suatu benda karena terletak diatas permukaan bumi. Semakin tinggi diatas permukaan bumi, semakin besar pula energi potensialnya. 

 

          Energi potensial elastisitas adalah energi pada benda yang diregangkan. Semakin jauh peregangan dan penekanannya, semakin besar pula energinya. Contohnya benda yang diregangkan pada karet ketapel atau busur panah yang ditarik dari panahnya. 

Energi kimia adalah energi yang terkandung dalam suatu zat. Contohnya energi kimia didalam makanan bisa digunakan untuk beraktivitas, energi kimia didalam bensin bisa digunakan untuk menggerakkan mesin. 

Energi listrik adalah energi yang memiliki muatan listrik dan arus listrik. Energi listrik paling banyak digunakan karena mudah diubah menjadi bentuk lain. Contohnya lampu bohlam dapat menyala menggunakan energi listrik, mesin cuci dapat berfungsi menggunakan energi listrik. 

Energi kinetik adalah energi yang dimiliki oleh benda yang bergerak atau berpindah tempat. Contohnya air mengalir di waduk akan menggerakkan turbin, ketika bersepeda otot kaki berkontraksi untuk mendorong pedal sepeda. 

Energi kinetik dapat dirumuskan sebagai : 
Ek = ½ x m x v² 

Keterangan :
Ek = energi kinetik (J) 
m = massa benda (kg)
v = kecepatan (m/s²)

 

 

 

 

 

2. Sumber Energi

             Sumber energi adalah segala sesuatu yang menghasilkan energi. Sumber energi ada 2 yaitu sumber energi terbarukan dan sumber energi tak terbarukan. 

Sumber energi tak terbarukan adalah sumber energi yang berasal dari alam dan akan habis apabila dieksploitasi secara terus – menerus. Contoh energi tak terbarukan yaitu batu bara, minyak bumi dan gas alam.

Berdasarkan perhitungan para ahli, batu bara akan habis 193 tahun lagi, gas alam akan habis 47 tahun lagi dan minyak bumi akan habis 30 tahun lagi. 

Batu bara, gas alam dan minyak bumi merupakan bahan bakar fosil yang terbentuk dari fosil tumbuhan dan hewan yang sudah melapuk jutaan tahun didalam bumi. Untuk memperoleh batu bara, gas alam dan minyak bumi diperlukan penambangan kedalam perut bumi

        Energi nuklir adalah energi potensial yang terdapat pada inti atom. Partikel nuklir seperti proton dan neutron tidak dapat terpisah melalui reaksi fisi dan fusi, namun memiliki massa yang lebih rendah ketika terpisah. Adanya perbedaan massa inilah panas dapat dibebaskan melalui radiasi nuklir. 

        Sumber energi terbarukan adalah sumber energi yang berasal dari proses alam yang berkelanjutan. Contohnya energi matahari, PLTA, energi angin, energi tidal dan biogas dari kotoran ternak. 

    Energi matahari adalah energi yang berasal dari panas matahari dan dapat diubah menjadi energi bentuk lain. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) adalah pemanfaatan arus air untuk menghasilkan energi listrik. Energi listrik ini disebut hidroelektrik. 

Komponen PLTA adalah generator yang dihubungkan oleh turbin dan digerakkan oleh energi kinetik air. PLTA tidak hanya menggunakan arus air didalam waduk atau air terjun, tetapi juga bisa menggunakan ombak di lautan. 

       Energi angin adalah energi yang memanfaatkan kincir angin untuk diubah menjadi energi listrik atau energi bentuk lain. Kincir angin dibuat dalam skala besar untuk menyediakan angin didaerah yang terisolir. 

        Energi tidal adalah energi yang memanfaatkan pasang surutnya air laut untuk menghasilkan energi listrik atau energi bentuk lain. Energi tidal dikenal juga dengan energi pasang surut. 

       Biogas adalah gas yang dihasilkan oleh aktivitas anaerobik (fermentasi) bahan – bahan organik yang degradabel. Biogas ini dapat dibuat dari kotoran manusia, kotoran hewan, ataupun sampah organik yang degradabel. Biogas ini mengandung methana dan karbondioksida sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar penggati gas alam. 

 

3. Makanan sebagai Sumber Energi

          Sumber energi utama pada manusia adalah makanan. Zat makanan yang berperan sebagai sumber energi adalah karbohidrat, lemak dan protein.  Karbohidrat adalah senyawa kimia yang tersusun atas unsur – unsur karbon dan merupakan sumber utama energi bagi manusia. Contoh dari karbohidrat yaitu beras, jagung, gandum, umbi – umbian dan buah yang rasanya manis. 

           Protein adalah senyawa kimia yang mengandung unsur C, H, O, N (kadang P dan S). Protein berfungsi sebagai sumber energi, pembangun jaringan tubuh dan pengganti sel tubuh yang rusak. Protein ada 2 jenis yaitu protein nabati dan protein hewani. 

         Protein nabati adalah protein yang berasal dari tumbuhan, contohnya gandum, kacang – kacangan, tahu dan tempe. Protein hewani adalah protein yang berasal dari hewan, contohnya ikan, daging, telur, dan susu. 

Lemak adalah senyawa kimia yang mengandung unsur C, H, dan O. Lemak ada 2 jenis yaitu lemak nabati dan lemak hewani. 

Lemak nabati adalah lemak yang berasal dari tumbuhan, contohnya kelapa, kemiri, kacang – kacangan dan buah avokad. Lemak hewani adalah lemak yang berasal dari hewan, contohnya keju, kuning telur, mentega dan sebagainya. 

Lemak berfungsi sebagai : Sumber energi (1 gram lemak = 9 kkal), Pelarut vitamin A, D, E dan K, Pelindung organ – organ tubuh yang penting dan Pelindung tubuh dari suhu rendah. 

 

Demikian ringkasan materi bab Energi dalam Sistem Kehidupan part 1 semoga bermanfaat dan bisa menambah referensi kamu.


Bab 5 Kalor dan Perpindahann

Bab 5 Kalor dan Perpindahannya

1. Kalor dan Perubahan Suhu Benda 

         Kalor adalah energi panas yang berpindah dari benda bersuhu lebih tinggi ke benda bersuhu lebih rendah. Satuan kalor dalam SI adalah Joule (J), namun yang sering digunakan dalam bidang gizi yaitu kalori atau kilo kalori. Satu kalori adalah jumlah energi panas yang digunakan untuk menaikkan suhu 1°C pada 1 gram air. 

Zat gizi makanan mengandung energi kimia yang dapat diubah menjadi energi panas atau energi lain. Energi panas yang disediakan oleh makanan diukur dalam kilo kalori (kkal). Satu kkal = 1000 kalori, 1 kalori = 4,2 J. 

        Suhu benda akan naik jika benda tersebut diberi kalor, sebaliknya suhu benda akan turun jika melepaskan kalor ke lingkungan. Contohnya, air panas didalam gelas lama – kelamaan akan mendingin. Hal ini karena kalor dilepaskan ke lingkungan oleh air. 

Kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu benda tergantung dari jenis benda tersebut.                       Semakin besar kenaikan suhu benda, semakin besar pula kalor yang diperlukan. Semakin besar massa jenis benda, semakin besar pula kalor yang diperlukan. 

Sehingga, dapat dirumuskan bahwa : kalor yang diperlukan menaikkan suhu = massa benda x kalor jenis x suhu benda. Atau bisa dituliskan :

 Q = m x c x ΔT 

Setiap benda memiliki kalor jenis yang berbeda. Berikut kalor jenis benda





2. Kalor pada Perubahan Wujud Benda 

        Untuk mendidihkan air diperlukan kalor, jadi untuk mengubah zat cair (air) menjadi gas (uap) diperlukan kalor. Berikut ini perubahan wujud zat yang memerlukan kalor. 

 

    



  Pada perubahan wujud zat, tidak terjadi perubahan suhu. Kalor untuk mengubah wujud zat disebut kalor laten. Berikut rumus kalor laten : 



Keterangan : 
Q = kalor yang dibutuhkan/dilepaskan untuk berubah wujud (J)
m = massa zat yang berubah wujud (kg)
L = kalor lebur/kalor beku (J/kg)
U = kalor penguapan/kalor pengembunan (J/kg) 

 

         Contoh penerapan kalor yaitu : ketika kita beraktivitas, maka tubuh kita akan menjadi panas dan kemudian berkeringat. Ketika keringat menguap, maka memerlukan kalor. Kalor ini diambil dari tubuh, sehingga tubuh menjadi dingin dan kembali ke suhu optimal. 

Contoh lainnya: pembuatan kolam atau air mancur pada bagian depan bangunan yang besar. Kolam dapat membuat lingkungan sekitar menjadi sejuk. Hal ini karena apabila siang hari, air di kolam menguap, sehingga membutuhkan kalor. Kalor tersebut diambil dari udara sekitar kolam yang panas, sehingga dengan adanya kolam udara lebih dingin dan sejuk. 

 

3. Perpindahan Kalor 

     Kalor dapat berpindah melalui 3 cara yaitu konduksi, konveksi dan radiasi. 

Konduksi adalah perpindahan kalor melalui bahan tanpa disertai partikel – partikel bahan tersebut. Contohnya ketika menyetrika baju, maka baju akan menjadi panas tetapi licin dan rapi. Hal ini karena kalor berpindah dari setrika ke baju. 

Bahan yang dapat menghantarkan listrik dengan baik disebut konduktor, contohnya : logam. Bahan yang dapat menghantarkan listrik dengan buruk disebut isolator, contohnya Plastik dan kayu. 

Setiap bahan memiliki kemampuan menghantarkan panas secara konduksi (konduktivitas) yang berbeda. Berikut ini sifat – sifat konduktivitas bahan : 

https://lh6.googleusercontent.com/DpGXFs9sco_UeKBI9Q780TMfsQKPiJ2buDNJ6AdroXjWnM-bFDtgKixwaoLBskRwlPGYLkViorNBB7-mgb0yNfya1bq_iBLgjkf3vcpIijWMooqz2gCct1FhX2XZGmLYJf4Pn8A

        Konveksi adalah perpindahan kalor melalui suatu bahan disertai partikel – partikel bahan tersebut. Contohnya terjadinya angin darat dan angin laut di pantai. 

         Angin laut terjadi ketika daratan lebih cepat panas dari lautan (kalor jenisnya kecil), udara diatas daratan ikut panas dan bergerak naik, sehingga digantikan udara dari lautan. Angin laut terjadi pada siang hari. 

       Angin darat terjadi ketika daratan lebih cepat mendingin dari lautan, udara diatas lautan lebih cepat bergerak naik, sehingga digantikan oleh udara dari daratan. 

          Radiasi adalah perpindahan kalor tanpa memerlukan medium. Contohnya ketika kita berada di dekat api ungun, maka tangan akan ikutan panas. Hal ini karena kalor dari api unggun berpindah ke tangan kita. Setiap benda dapat memancarkan dan menyerap radiasi kalor, yang besarnya bergantung pada suhu dan warna benda. 

 

       Semakin panas benda daripada lingkungan, maka semakin besar pula kalor yang diradiasikan ke lingkungannya. Semakin luas permukaan panas benda, maka semakin besar pula kalor yang diradiasikan ke lingkungannya. 

Apabila suhu benda lebih dingin dari lingkungan, maka benda akan menyerap radiasi kalor dari lingkungan. Semakin rendah suhu benda, makin besar pula kalor yang diterima dari lingkungan. 

Ketika kita menjemur pakaian, maka pakaian yang berwarna gelap akan lebih cepat kering daripada pakaian yang berwarna. Semakin gelap benda yang terasa panas, semakin besar pula kalor yang diradiasikan ke lingkungannya. Semakin gelap benda yang terasa dingin, semakin besar pula kalor yang diterima dari lingkungannya. 

Azaz Black berbunyi banyaknya kalor pada benda yang bersuhu lebih tinggi sama dengan banyaknya kalor yang diterima benda bersuhu lebih rendah. 

Demikian ringkasan materi bab Kalor dan Perpindahannya semoga bermanfaat dan bisa menambah referensi kamu… 

  

BAB 4 SUHU DAN PERUBAHNNYA

 

Suhu dan Perubahannya | Ringkasan Materi IPA

 

            Suhu dan Perubahannya – Sudah mengerti tentang termometer? Apa saja jenis – jenis termometer? Sudah mengerti tentang pemuaian? Pemuaian dapat terjadi pada benda apa? Kalau belum mengerti, wajib banget nih buat baca blog ini. Disini ada materi yang singkat tapi lengkap loh? Mudah dipahami juga.

             Ringkasan materi kali ini berisi tentang Suhu, Skala Termometer dan Pemuaian. Yaitu materi pada pelajaran IPA SMP kelas 7 semester 1 bab 4 Suhu dan Perubahannya. Berikut ringkasan materi yang singkat, padat dan jelas tapi tetap lengkap sesuai kurikulum K13 revisi terbaru. 

 

Suhu dan Perubahannya

1. Suhu  

        Suhu adalah ukuran derajat panas atau dinginnya suatu benda. Alat untuk mengukur suhu disebut termometer. Berdasarkan zat pengisinya, termometer ada 3 jenis : termometer zat cair, bimetal dan kristal cair. 

        Termometer zat cair yaitu menggunakan zat cair sebagai pengisi termometer. Zat cair yang digunakan yaitu raksa dan alkohol. Kelebihan raksa : membeku pada suhu -38°C dan mendidih pada suhu >350°C. Kelemahan : raksa sangat beracun, berbahaya ketika termometer pecah. 

       Kelebihan alkohol untuk pengisi termometer : bisa diberi warna merah atau biru, rentang suhunya tergantung jenis alkohol yang digunakan contohnya :
1).  Toluen : titik beku – 90°C, titik didih 100°C 
2). Etyl alkohol : titik beku -110°C, titik didih 100°C 

Contoh dari termometer zat cair : termometer laboratorium dengan titik beku -10°C, titik didih 110°C dan termometer badan dengan rentang suhu 35°C sampai dengan 42°C. 

Termometer bimetal yaitu menggunakan 2 logam yang jenisnya berbeda kemudian didekatkan. Ketika suhunya tinggi, maka logam yang lebih panjang akan melengkung. Hal ini dimanfaatkan dalam pembuatan termometer. 

 

        Termometer kristal cair yaitu kristal yang dapat berubah warna jika suhunya berubah. Kristal ini dikemas dalam plastik tipis dan digunakan untuk mengukur suhu tubuh, akuarium dan sebagainya.  

Contoh lain termometer : 

1). Termometer badan untuk mengukur suhu badan, 
2). Termometer dinding untuk mengukur suhu ruangan  
3). Termometer maksimum-minimum untuk mengukur suhu ditempat terbuka. 

 

2. Skala Termometer 

             Termometer memiliki 4 skala yaitu : Celcius (°C), Reamur (°R), Fahrenheit (°F), dan Kelvin (K). Namun, yang umum digunakan pada termometer yaitu Celcius. Sedangkan skala menurut sistem internasional (SI) yaitu Kelvin. Skala Kelvin menggunakan nol mutlak. Pada suhu 0 Kelvin, tidak ada energi panas yang dimiliki benda. 

            Skala termometer memiliki perbedaan yaitu pada titik tetap bawah dan titik tetap atas seperti pada gambar berikut. 



Perbedaan skala tersebut menghasilkan perbandingan yaitu : 

°C : °R : °F : K = 100 : 80 : 180 : 100 
°C : °R : °F : K = 5 : 4 : 9 : 4 

Dengan memperhatikan titik tetap bawah (dibandingkan mulai dari nol semua), perbandingan suhunya yaitu : 

tC : tR : (tF – 32) : (tK – 273) = 5 : 4 : 9 : 5

Sehingga, ada penetapan skala pada termometer yang menggunakan rumus sebagai berikut : 

a. Rumus Celcius ke Reamur

Termometer Celcius dengan Reamur 

°C = https://lh6.googleusercontent.com/qS802ToUcnVcj_s6BGEWjZgCNSi_bDr57zbQM1DsjzRfOnAjt1WoubHVpab5i52zI4x5Qlm_Ap7Cp2op0NAbFE4IgoMACkpAnxvpIitb3lrJm1MqNb4b3iTYxlC3Ys1G_Gd-AQ8https://lh3.googleusercontent.com/Yi5HUNMNmlDeGGvjov2_dVb8c8kEaRsPqi74Z52kEapkzbK3QQetf13iJyJLzUwcmMg3ZDmmoGIIXeZqBreiDoaooyGWTnritRPV74dzNGQ0TBEqTOl8dk0pBnrUz89JnI3afOE x °R °R = https://lh4.googleusercontent.com/b_n_K_YqFM_qTbzYReicUFS9w5bOVhc6h46XDLmRb7bKyZGyhahGIrWkQ06ovoLXb8B1ouUsxId8Fng7-3jMUx2JqcDKlYpH0aYMBTaYAHkAPTcIh8FxIenz5oe0fH-mvJCbvFIhttps://lh5.googleusercontent.com/gBaNQfpzXG_LEJWKwwxNHDqYMp3BWomtyca8hVIo5KyVqGZdn8iI3Mdqg0Qte5ZI5FOh50ZQsLMCgYYIyRuxTZBWr5h89US0VI-u8K0sd7f7HsyR3Zd-0ue5ER8LcDDSJ4kWqqk x °C

b. Rumus Celcius ke Fahrenheit

Termometer Celcius dengan Fahrenheit 

°C = (F° – 32) x https://lh4.googleusercontent.com/5uPaHli5qQiehfuLbof4nPdVCLPzBb_aTk_a33ZLIA1sRXBzkLfi4uzLPrUmBdtZKcTcCQ95hP_euNzOLKsAntMy58O5i40WJtNvulGn5M32PbXwjJdCvXJmS3mN9ydOsf7Zj3Uhttps://lh4.googleusercontent.com/bRiOXupjY6kslcKJmC48l40RDiHk159mfcERLwthUJDuVSxRvngqXvkVJIfxrQAIbmjW9Xcyf6l7DNoxJbrJc8sk6pKZtVOA_F7SWE9xaaJuMOmMwycoHreAaUG51A-4Mdbjkhc,-. °F = (°C x https://lh4.googleusercontent.com/XwxNnrB9zoeWyx8Vck5KLecTGc-8naNdHvOtxWFlM8SV57i2qWGXXy44idvkXur6TqyYVepwDFDcj5TbZZTrTer-nBGtm00sIy9Q2RPSBttuuv09w1kpgrUaZ5E3zHSX0mAIlyshttps://lh3.googleusercontent.com/VwCM9Jlwnq2e_LimwXBfBIkctzOY2djl8G2iNv_wIHGeVZ42zgw-gVA-Y35n6EM8IHVJ2IxJubs503NMXP0TN0ewfTgFkqPSMGnJkZADAYVveLeMu00NRfAELzIF9m4MlLf-DfU ) + 32

c. Rumus Celcius ke Kelvin

Termometer Celcius dengan Kelvin 

°C = K – 273 K = °C + 273 

d. Rumus Celcius ke Fahrenheit

Termometer Reamur dengan Fahrenheit 

°R = (°F – 32) x https://lh4.googleusercontent.com/W4C2Kk8JjaGeww9HPrG2doeCymSfeEzO8Rry2Yte91OKxU26n21XpGAso4gZJ6RC36l-dSD0E8FJCAqkgCCHcj8RnBkBuPv5ACTQt46a2BW4PvYDYk_-JdcGCXKBdRT0_B-ElVkhttps://lh5.googleusercontent.com/yeyj35q1VlEPFdkmr60v1NynfoTsDXdMj_iV4a91HeoIRdsHhRP1zHXMWtP7wh5RpVYIGBsNdEMy9UtaWWQfHEB9LKesviTLLUcJzJlXemu_xoQYCSSvMAvZ6anjyGrv1U--cXo °F = (°R x https://lh4.googleusercontent.com/7TIbn_olLRSDb4enSW_NIeDq_syPFej_Fnn75QTpwToviGRkoNvJEt9jQl-GKljQk1XKOgGy1g3wewZwXXiqywg1mSfe7bXiQx0eG85letH_6VdX407EeO5jh3bQvgbHylAygJEhttps://lh3.googleusercontent.com/qIo2_63N3af9GP4sFApCg0P53Uxq4XFy1wSlqZcSjJUNucG2xXsG_jvPRtIxvc7Y64Jzuitcm3ItPvSc8tV6kWJyuYtxyKtjPbb7upW_A3w7xg2UvNd336M-G9dn-phVhdq7lfo)  + 32 

 

3. Pemuaian 

       Pemuaian adalah perubahan benda akibat dari bertambahnya suhu. Ketika suhu berubaha menjadi terlalu panas atau terlalu dingin maka ada benda tertentu yang mengalami perubahan. Pemuaian dibagi menjadi 3 yaitu pemuaian zat padat, cair dan gas. 

Pemuaian zat padat terjadi apabila zat padat dipanaskan, apabila didinginkan maka akan menyusut. Pemuaian terjadi pada semua bagian benda yaitu panjang, lebar, dan tebal. Contoh pemanfaatan pemuaian zat padat yaitu pada bimetal. Bimetal dimanfaatkan pada termostat.

Prinsip kerja termostat yaitu : jika udara di ruangan dingin, keping bimetal akan menyusut, membengkok dan menyentuh logam biasa sehingga saling bersentuhan. Sentuhan tersebut menyebabkan rangkaian tertutup dan menyalakan pemanas sehingga ruangan menjadi hangat. 

 

        Jika menginginkan ruangan dingin, cara kerjanya juga sama yaitu : saat ruangan panas, termostat bengkok dan menghubungkan rangkaian listrik sehingga ruangan menjadi dingin. 

 Besaran yang menentukan pemuaian zat padat adalah koefisien muai panjang. Koefisien muai panjang zat padat adalah bilangan yang menunjukkan pertambahan panjang tiap satu satuan panjang zat itu jika suhunya dinaikkan 1°C. 

Contoh koefisien muai panjang zat padat yaitu apabila muai panjang kaca 9 x https://lh4.googleusercontent.com/ZSrrLm_QQ7_JO12OomdcZqM5roEPgQUHaZTTHfycZsaQmHo751JaKIZNgNvkOJ46h-nUKbmKyNf9ZKYhj_yRuLoQ21tY1mRQVvx7tnWiOQns0BTscglrNbCQh3vmvZ3zoikw9qs /°C berarti jika 1 meter kaca suhunya bertambah 1°C maka panjang kaca bertambah 9 x https://lh5.googleusercontent.com/4dCQk27RgyDTGDX2TO0QzDc8qaS5TOwd7p3h0Vkkrkbk6rzQkAL9nmmSsEsvbhZAYcLgdMExXGniALAIkDqZRr_HPjAlTFbeqDiWuCLGYbiV8SJm-KS5bWgIZSR24zVvXZOqAfk meter. Contoh lain koefisien muai panjang seperti gambar berikut. 



 

Sedangkan rumus koefisien muai panjang yaitu : 


 


Pemuaian luas yaitu pemuaian pada benda berbentuk lempengan. Pemuaian luas mempunyai koefisien 2x dari koefisien muai panjang. Koefisien muai luas = 2 x α. Pemuaian volume yaitu pemuaian pada benda yang memiliki ruang (3 dimensi). Pemuaian volume memilliki koefisien 3x dari koefisien muai panjang. Koefisien muai volume = 3 x α. 

Zat cair dan zat gas juga bisa mengalami pemuaian. Pemuaian zat cair lebih cepat dan mudah teramati dibanding dengan pemuaian zat padat. Contoh pemuaian zat cair yaitu pengemasan botol sirup, kecap, minyak dan saos tidak pernah diisi penuh agar tidak tumpah ketika memuai. 

Contoh pemuaian zat gas yaitu memompa ban sepeda. Memompa ban tidak boleh terlalu keras dan harus menyesuaikan ukuran dari ban. Hal ini karena tidak meletus ketika terjadi pemuaian.  

Perubahan suhu juga terjadi pada pembuatan tape (fermentasi). Pada proses fermentasi, bakteri mengubah glukosa menjadi alkohol dan karbon dioksida. Prosees fermentasi menyebabkan terjadinya perubahan suhu. Suhu yang baik digunakan untuk pembuatan tape yaitu 35°C – 40°C.

          Demikian ringkasan materi bab Suhu dan Perubahannya semoga bermanfaat dan bisa menambah referensi kamu.

 

 

BAB III Klasifikasi Materi dan Perubahannya

 

Klasifikasi Materi dan Perubahannya

 

   Pada pembahasan bab 3 ini akan dibahas tentang Klasifikasi Materi dan Perubahannya memiliki materi yang cukup panjang, maka ringkasan materi ini dibagi menjadi 2 bagian.

Bagian pertama ini membahas 3 hal penting yaitu :

1.                  Klasifikasi Materi,

2.                  Perbedaan Sifat Unsur, Senyawa, dan Campuran,

3.                  Perbedaan Larutan Asam, Basa, dan Garam.

 

Bab 3 Klasifikasi Materi dan Perubahannya

#Part 1 

1. Klasifikasi Materi 

Materi adalah sesuatu yang mempunyai massa dan dapat menempati ruang. Berdasarkan wujudnya, materi ada 3 yaitu : zat padat, cair dan gas. Berdasarkan komposisisnya, materi ada 2 yaitu : zat tunggal dan Campuran. 

Perbedaan zat padat, cair dan gas 

Padat

Cair

Gas

Mempunyai bentuk dan volume tertentu

Mempunyai volume tertentu, tetapi tidak mempunyai bentuk yang tetap, tergantung pada media yang digunakan.

Tidak mempunyai volume dan bentuk yang tertentu.

Jarak antar partikel zat padat sangat rapat.

Jarak antarpartikel zat cair lebih renggang.

Jarak antarpartikel gas sangat renggang

Partikel-partikel zat padat tidak dapat bergerak bebas.

Partikel-partikel zat cair dapat bergerak bebas, namun terbatas.

Partikel-partikel gas dapat bergerak sangat bebas.

 

          Zat tunggal meliputi unsur dan senyawa, campuran meliputi campuran homogen dan campuran heterogen. Campuran homogen meliputi larutan asam, basa dan garam. Campuran heterogen meliputi suspensi dan koloid. 

 

2. Perbedaan Sifat Unsur, Senyawa dan Campuran

Unsur adalah zat yang tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat yang lebih sederhana melalui

Unsur ada 3 macam yaitu

1.      Unsur logam contohnya besi, tembaga, emas, alumunium, perak, tembaga dan sebagainya.

2.      Unsur nonlogam contohnya belerang, hidrogen, oksigen dan sebagainya.

3.      Unsur semilogam contohnya germanium dan silikon. 

Unsur memiliki lambang tersendiri  agar mudah digunakan dalam penulisan reaksi kimia.

Lambang unsur memiliki sistem penulisan sebagai berikut : 

1). Nama unsur diambil dari Bahasa Latin, contoh : nama latinnya besi yaitu Ferum, ditulis dengan huruf F

2). Diambil dari huruf pertama dan ditulis dengan huruf kapital (besar), contoh : Oksigen ditulis dengan O 

3). Apabila huruf pertamanya sama maka ditulis menggunakan 2 huruf, dengan huruf pertamanya kapital dan huruf keduanya kecil. Contoh : Nitrogen ditulis dengan N, Nikel ditulis dengan Ni. 

Sistem Priodik Unsur



Perbedaan Logan dan Nonlogam

Unsur logam dan non logam memiliki perbedaan sifat fisika dan kimia yaitu : 

No

Logam

Non Logam

1

Berwujud padat pada suhu kamar (kecuali raksa)

Ada yang berwujud padat, cair, dan gas.

2

Dapat ditempa dan dapat diregangkan.

Bersifat rapuh dan tidak dapat ditempa.

3

Konduktor listrik dan panas.

Non konduktor, kecuali grafit.

 

           Senyawa adalah gabungan antara 2 unsur atau lebih dari hasil reaksi kimia. Senyawa juga dapat diuraikan lagi menjadi unsur kimia yang lebih sederhana. Senyawa ada 2 jenis yaitu : senyawa alam dan senyawa buatan. 

Senyawa alam dapat ditemukan di alam sebagai mineral, contohnya : kapur, garam, dan air. Senyawa buatan sengaja dibuat oleh manusia, contohnya : alkohol, gula, vitamin, dan sebagainya.  

 

Contoh senyawa sederhana dan unsur pernyusunnya 

No

Senyawa

Unsur penyusun

1

Air

Hidrogen + Oksigen

2

Garam dapur (Natrium Klorida)

Natrium + Klorin

3

Gula tebu (Sukrosa)

Karbon + Hidrogen + Oksigen

 

          Campuran adalah zat yang tersusun dari 2 atau lebih unsur dan senyawa, yang mana sifat dari unsur dan senyawa nya tidak hilang. Bedanya campuran dengan senyawa yaitu senyawa merupakan hasil dari reaksi kimia, sedangkan campuran bukan hasil dari reaksi kimia. 

Ada 2 jenis campuran, yaitu : 

1). Campuran Homogen adalah campuran yang komposisi zat penyusunnya merata. Contohnya air dengan garam, air dengan gula, dan sebagainya. Campuran homogen disebut juga dengan larutan. Larutan asam, basa dan garam juga merupakan campuran homogen. 

2). Campuran Heterogen adalah campuran yang komposisi zat penyusunnya tidak merata. Contohnya air dengan kopi, bensin dengan minyak tanah, dan sebagainya.  

3. Perbedaan Larutan Asam, Basa, dan Garam

       Larutan adalah campuran yang tidak dapat dibedakan zat penyusunnya. Larutan terdiri atas pelarut (solvent) dan zat terlarut (solute). Pelarut yang sering digunakan yaitu air, alkohol dan kloroform. 

            Asam adalah zat yang dapat menghasilkan ion Hidrogen (https://lh5.googleusercontent.com/oW-WsC7xDvOZ1PXFanIbkshHgkQqxpgdB8y6dqCEyHKS071jYRqo4SKcqKLbCqM5CexYBt5iaQnOVUaLSN_iRKlHMA2Ls3aJRI5hxwZY6_VQN5Z2y8YdY6XGFWM83QE88ROGHTshttps://lh5.googleusercontent.com/xy4rm-709NNzkN5Qz3O5k2k3uZZxqtS6DOHayo0aPa--J68dzBqAKXl1uPARIFYr5iUhiVcPDQFXyaESXNDLni3R38jX_Oti2guOG72vbXfpcpWux5OfZeSTQeaFqur7j15dWLA) ketika dilarutkan dalam air. Basa adalah zat yang dapat menghasilkan ion Hidroksida (https://lh5.googleusercontent.com/wkxDYRttkpvCvVokovXh5inVdPMzpxZYogjBLa2xPqkjMQwHuVNklYFdr79wV6_U3yfr0cc_JLvhCn4Kwr3tERWTyMpcOQZKUxidf-ZrwWLpQpuCMJHlfnVLsBigvrjmLcy5fGshttps://lh3.googleusercontent.com/GosYXkOmHquo4A0ju0th5IdRNxdzsQ8Pei13yRCMz0dtJ-D09EHR4GqUjj9U2YqTU5KGRdMApCUX5S2JSPFL0JhU-LNI65ooGTTc7rMQD-D5dItr3YD6r4YxCNpCnMuPc_FCTHY) ketika dilarutkan dalam air. Garam adalah senyawa yang terdiri dari campuran larutan asam dengan basa, contohnya Natrium Hidroksida (NaOH). 

Ciri – ciri larutan asam : 

1). Rasanya masam (Tidak boleh dicicipi kecuali dalam makanan)
2). Dapat menimbulkan korosi 
3). Mengubah kertas lakmus biru menjadi merah. 

Pengujian larutan asam dapat menggunakan cara yaitu : kertas lakmus merah, kertas lakmus biru, metil merah, metil jingga, dan mahkota bunga jika salah satu dari mereka dicelupkan kedalam larutan asam, makan akan berubah warna menjadi merah. Apabila diukur menggunakan pH meter akan menunjukkan pH dibawah 7. 

Ciri – ciri larutan basa : 

1). Mempunyai rasa agak pahit (tidak boleh dicicipi)
2). Terasa licin di kulit 
3). Mengubah lakmus merah menjadi biru. 

Pengujian larutan basa dapat menggunakan cara : 

1.                  Kertas lakmus merah dan lakmus biru dicelupkan pada larutan basa akan berubah warna menjadi biru 

2.                  Metil merah dan metil jingga direaksikan dengan larutan basa akan berwarna kuning

3.                  Fenoftalein direaksikan dengan larutan basa akan berwarna merah

4.                  Mahkota bunga direaksikan dengan larutan basa akan berwarna biru 

 

             Garam adalah gabungan antara asam dan basa hasil dari reaksi netralisasi. Garam yang sering digunakan adalah garam dapur atau natrium klorida (NaCl). Contoh reaksi netralisasi yaitu : 

HCl + NaOH NaCl + https://lh6.googleusercontent.com/2OFKnBkIxpd2zNNQKoO2BlVebAdU_8ULeZPtV5-9f7ME7FepTYcHIn4waxrmmzmkGK2rpytUdvcAxpFnmDXwRvhUK7VTRJvqTcspeZQaIVyZcIqJJauHXYuVrK0poRxUjN4Rl1chttps://lh5.googleusercontent.com/dDQgG_P14pp72D8ssExo9wBKnOnpBQPuk2Z64nEHQkBASbRNm9N5T8Mj50MiWZU40sVQugL8SjGhAfM0kYyd7FqiMn3BhkbOVVPFUeb_4UyTDLVET2r5BoktNTNrI0m13WU9ILUO

Asam klorida + natrium hidroksida menjadi garam natrium klorida + air 

         Larutan asam, basa, dan garam juga dapat dibedakan dengan derajat keasaman (pH). Jika larutan bersifat asam maka mempunyai pH <7, jika bersifat garam atau netral maka pH nya adalah 7, dan jika bersifat basa maka mempunyai pH >7. 

           Apa itu perubahan fisika dan perubahan kimia? Sudah mengerti belum? Mendengarkan materi dari guru saja belum cukup mengerti kan? Harus ditambah membaca buku atau referensi lain. Contohnya membaca blog ini nih? Disini ada ringkasan materi yang singkat tapi lengkap loh? Yuk, cek this out… 

Ringkasan materi ini terdiri dari 2 part. Jika pada part 1 membahas tentang Klasifikasi Materi dan Perbedaan sifat unsur, senyawa dan campuran maka di part 2 ini membahas tentang 1). Rumus Kimia Sederhana 2). Metode pemisahan campuran dan 3). Perubahan Materi. 

Bab 3 Klasifikasi Materi dan Perubahannya

 

1. Rumus Kimia Sederhana

Rumus kimia adalah unsur, senyawa, atau zat yang diberi lambang nama unsur dan angka. Rumus kimia terdiri dari rumus kimia unsur dan rumus kimia senyawa. Rumus kimia sangat penting untuk mempermudah penulisan proses reaksi kimia. 

Rumus kimia memiliki 3 ketentuan yaitu :

1).  Rumus kimia yang memiliki angka dibelakang unsur kimia dengan tulisan angka kecil, menyatakan jumlah atom yang ada dalam unsur tersebut. Contohnya https://lh3.googleusercontent.com/ptcxPczQmm0b31UKc1uTBanhqB9XDDhsQczKh7zNl0mNU5GHDOpVsInvQsBj5I5Y42Vdf2OovIXhVxfRZPdiOVWtMg13ZUi4bAQR6Xhllrz8hBYZYadKfMfWReDbOXOvvDt_yjohttps://lh5.googleusercontent.com/l-8rhpldkS08q2F6IIwFEcDaT2IEd1WAZAY3el9i9hqlf1jgESMyztr_zpv-38fhA5GtTztrFTY3VsScwCOAXvW7q0shXUVgfY3_JVcTrYvCQvtMHQdnnL7NYocE3VM860Jnc08 artinya memiliki 2 atom Oksigen yang berikatan, https://lh3.googleusercontent.com/fY6Koca2V41610hHLK_cmg7Q7PT3gfTx7oVg29QwV3fPO8GE47QnzxkLP2ADmasMI_GVfYVUjQiKkrwqE-6LvF9Bv-e_qmlwfnlLxaRGjyS0SDBNcc3DrIEgX2qGlM58v4HMSe4https://lh6.googleusercontent.com/CE_IKtEeO-rmGr7dhJAdH1EZ1eCxYlPLWz0j9-jvNXa1avbK0W_EBmzZBhTcf0rOdfyVKHtlGOdkvJDc9j7OyC2SloBuj-8cQN6lePd-TxlHNJEJANfGl0WrlJBvTf1W5uaUxwI artinya memiliki 4 atom fosfor yang berikatan. 

 

2). Rumus kimia yang memiliki angka didepan unsur kimia, menyatakan banyaknya unsur atau senyawa tersebut. Contohnya 2O artinya ada 2 oksigen yang terpisah, 4 P artinya ada 4 fofor yang terpisah, https://lh4.googleusercontent.com/n_lstTDr4Z46UZs8akAH2bspzLvSFxCSiLYktkmVIqo9_Jp6SQdkWOkgfoBXQDE2XOrEPj8hUTSLQ1Nuzs2XJ4lAVP0dEfot6s5vnrU-CUGpl20TYHnUqRbQB5VIWeCBrRc0yI4https://lh6.googleusercontent.com/n54CKDc3dU7n9IPbGN2AqA9nBaK--ReqZ-lYv2G1OeG1jxEbCHBUdBKrL0MnERgUen2lsoLB6MK42jsw-O0sG5s-r1-DaWw1JV4N75ocf1rcFtZuwx7y4GamUItKLMcKR7Wtu7I artinya ada 2 atom oksigen yang terpisah dan masing – masing ada 2 atom oksigen yang terikat.

2. Metode Pemisahan Campuran

Metode pemisahan campuran ada 5 yaitu : Penyaringan (Filtrasi), Sentrifugasi, Penyulingan (Distilasi), Kromatografi dan Sublimasi. 

         Penyaringan (Filtrasi) adalah metode yang digunakan untuk memisahkan cairan dan padatan yang tidak larut berdasarkan perbedaan ukuran zat – zat yang bercampur. Contoh dari penyaringan yaitu Pemurnian air dalam industri air mineral. 

 

           Filtrasi bisa dilakukan dengan menggunakan kertas saring atau dengan penyaring yang lain. Zaman dahulu, proses pemurnian air minum, air disaring menggunakan batu berpori atau gabus atau benda lain yang bisa digunakan untuk menyaring zat padat. 

             Sentrifugasi adalah metode yang digunakan untuk memisahkan partikel yang lebih halus dalam jumlah lebih sedikit daripada filtrasi. Contoh dari sentrifugasi yaitu pemisahan sel darah merah dengan sel darah putih dari plasma darah. Sentrifugasi darah ini sering digunakan dalam laboratorium rumah sakit. 

Sentrifugasi ini dilakukan dengan alat sentrifugasi menggunakan listrik. Prinsip kerja dari sentrifugasi yaitu pemutaran. Sampel diputar didalam alat sentrifugasi untuk memisahkan partikel zat padat dan cair. Sentrifugasi juga dapat dilakukan secara manual tetapi butuh waktu yang lama. 

         Penyulingan (Distilasi) adalah metode yang digunakan untuk memisahkan zat cair dari campurannya. Prinsip kerjanya yaitu dengan menggunakan perbedaan titik didih dari zat cair yang bercampur, sehingga saat menguap zat cair akan terpisah. 

Contoh dari penyulingan yaitu pada industri minyak bumi untuk menghasilkan minyak bumi yang nantinya akan dijadikan berbagai macam bahan bakar. 

       Kromatografi merupakan metode yang didasarkan pada perbedaan kecepatan merambat antara partikel – partikel zat yang bercampur dalam medium diam ketika dialiri medium gerak. Kromatografi bertujuan untuk mengidentifikasi suatu dalam suatu campuran. 

        Kromatografi ada 3 jenis yaitu kromatografi kertas, lapis tipis dan gas. Yang sering digunakan yaitu kromatografi kertas. Contoh dari kromatografi yaitu mengidentifikasi hasil pertanian yang tercemar pestisida, mengidentifikasi narkoba pada tes urine dan sebagainya. 

Sublimasi merupakan metode yang hanya digunakan untuk mengubah zat padat menjadi gas (menyublim). Contoh dari sublimasi yaitu pemisahan iodin (yodium) dari garam. 

 

3. Perubahan Materi

          Perubahan materi merupakan perubahan benda – benda yang ada disekitar kita. Perubahan materi ada yang berlangsung cepat seperti pembakaran kertas dan berlangsung lama seperti berkaratnya besi. Setiap benda memiliki sifat yang berbeda. Sifat – sifat benda ada 2 yaitu sifat fisika dan sifat kimia. 

Sifat fisika adalah sifat yang berkaitan dengan keadaan fisik suatu zat, contohnya warna, bau, bentuk, kekerasan, titik didih, titik beku, titik leleh, daya hantar, ukuran partikel, dan massa jenis. 

         Sifat kimia adalah sifat yang berhubungan dengan mudah atau sukarnya zat tersebut untuk bereaksi secara kimia. Contohnya Massa jenis merupakan perbandingan dari massa benda dengan volumenya. Zat yang sama memiliki massa jenis yang sama meskipun volumenya berbeda. Contohnya, air memiliki massa jenis 1 https://lh5.googleusercontent.com/qL9GP7qJRp2gZ9VoREMHW77WYvUWXnV8PPcYhmBXW2M_46dygyZy_YT0XUUyONx9Do7qlPUnHJsp2TdMEVWwk40NsShkDp2FDjd5meaUSOWqL0MnxqBywsnTNQdpvJ4lWS_Wu48. Meskipun volume air ada 100 liter atau 1000 liter, massa jenisnya tetap sama. 

Perubahan fisika adalah perubahan yang tidak disertai dengan terbentuknya zat baru, komposisi zat pun tidak berubah. Contohnya mencair, menguap, membeku, menyublim, melarut dan sebagainya Perubahan kimia adalah perubahan yang dapat menghasilkan zat baru dengan sifat kimia yang berbeda dari zat asalnya. Contohnya kayu dibakar menjadi abu, besi berkarat, dan sebagainya. Ciri – ciri perubahan kimia : terbentuknya zat baru, terbentuknya gas, terbentuknya endapan, terjadinya perubahan warna dan perubahan suhu. 

               Contoh reaksi kimia terbentuknya gas yaitu magnesium (Mg) dengan asam klorida (HCl), elektrolisis air yang menghasilkan gas hidrogen dan gas oksigen. 

           Reaksi pengendapan adalah reaksi yang menghasilkan senyawa zat padat. Zat padat ini tidak larut dalam pelarut (zat cair disekitarnya) sehingga disebut endapan. Contoh dari endapan yaitu reaksi antara barium klorida dengan natrium sulfat menghasilkan endapan barium sulfat berwarna putih. 

 

              Reaksi kimia dapat menghasilkan warna yang berbeda, karena ketika proses reaksi kimia akan terjadi perubahan komposisi dan terbentuknya zat baru. Contohnya reaksi antara tembaga sulfat (CuSO4) berwarna putih dengan air (H2O) berwarna bening membentuk senyawa baru yaitu CuSO4.5H2O berwarna biru. 

Demikian ringkasan materi bab Klasifikasi Materi dan Perubahannya Part 2 semoga bermanfaat dan bisa menambah referensi kamu. Jangan lupa untuk membaca part 1 nya ya? 

 

 

 

MATERI INTERAKSI MAKHLUK HIDUP DENGAN LINGKUNGAN

            Berikut  rangkuman materi IPA kelas 7   semester genap, Bab 7 tentang Interaksi Makhluk Hidup dengan Lingkungan. Yuk, simak pemb...